“Kenapa sih habis hujan-hujanan kita disuruh mandi lagi? Kan sama-sama basah.”
Kalimat ini pasti sering muncul di kepala. Bahkan, banyak orang masih ingat omelan orang tua yang langsung berkata, “Habis kehujanan langsung mandi, nanti sakit!”
Sekilas memang terdengar aneh. Logikanya sederhana; tubuh sudah basah oleh hujan, lalu kenapa harus “dibasahi” lagi? Namun ternyata, mandi setelah kehujanan memiliki penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal.
Kebiasaan ini bukan sekadar aturan tanpa alasan. Tubuh manusia bekerja dengan sistem yang sensitif terhadap suhu dan kebersihan. Karena itu, ketika seseorang kehujanan, tubuh mengalami dua perubahan utama yang perlu segera ditangani. Penjelasannya ada di bawah ini.
Perubahan Suhu Tubuh Saat Kehujanan

Pertama, kita perlu memahami suhu air hujan. Suhu air hujan biasanya jauh lebih dingin dibandingkan suhu normal tubuh manusia yang berada di kisaran 36–37 derajat Celsius. Ketika seseorang terkena hujan, tubuh langsung merespons perubahan suhu tersebut.
Tubuh bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu inti tetap hangat. Proses ini membutuhkan energi. Jika seseorang tidak segera menghangatkan diri atau membersihkan tubuh, kondisi tersebut bisa membuat tubuh stres.
Selain itu, ketika tubuh terlalu lama berada dalam keadaan dingin dan lembap, sistem imun bisa melemah sementara. Dalam kondisi seperti itu, virus yang ada di sekitar lebih mudah masuk dan berkembang. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa gampang flu setelah kehujanan.
Karena itu, mandi setelah kehujanan dengan air hangat membantu tubuh kembali ke suhu stabil. Air hangat membantu otot rileks dan mempercepat proses adaptasi suhu. Jadi, mandi bukan sekadar membasahi ulang, tetapi membantu tubuh melakukan “reset” suhu secara perlahan.
Kandungan Polutan dalam Air Hujan
Alasan kedua berkaitan dengan kebersihan. Banyak orang mengira air hujan selalu bersih karena turun langsung dari langit. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Saat turun melalui lapisan udara, air hujan membawa berbagai partikel yang ada di atmosfer. Mulai dari debu, asap kendaraan, polusi industri, hingga mikroorganisme di udara dapat ikut terbawa bersama tetesan hujan.
Di daerah perkotaan, kandungan polutan bahkan lebih tinggi. Ketika hujan menyentuh kulit dan rambut, partikel tersebut bisa menempel. Jika seseorang tidak segera membersihkan diri, kotoran itu berpotensi menyebabkan iritasi kulit atau masalah kebersihan lainnya.
Karena itu, mandi setelah kehujanan berfungsi untuk membilas semua partikel tersebut sebelum menimbulkan masalah. Dengan menggunakan sabun dan sampo, kita membantu tubuh membersihkan sisa polusi yang tidak terlihat oleh mata.
Mitos Flu karena Hujan, Benarkah?

Banyak orang langsung menyalahkan hujan sebagai penyebab flu. Padahal, viruslah yang menyebabkan flu, bukan air hujan itu sendiri. Namun demikian, kondisi tubuh yang lemah akibat perubahan suhu bisa membuka peluang bagi virus untuk menyerang.
Ketika tubuh kedinginan terlalu lama, daya tahan bisa menurun sementara. Selain itu, pakaian basah yang menempel di kulit mempercepat penurunan suhu tubuh. Jika seseorang membiarkan kondisi ini terlalu lama, risiko sakit bisa meningkat.
Mandi setelah kehujanan membantu menghentikan proses tersebut. Dengan mengganti pakaian basah dan membersihkan tubuh, seseorang membantu sistem imun tetap stabil. Oleh sebab itu, kebiasaan ini bukan sekadar mitos, tetapi langkah pencegahan yang logis.
Namun demikian, tidak semua kondisi mengharuskan mandi total. Jika hanya terkena gerimis ringan dan tubuh tidak merasa dingin, cukup mengeringkan diri dan mengganti pakaian sudah cukup.
Cara Tepat Mandi Setelah Kehujanan
Agar mandi setelah kehujanan memberikan manfaat maksimal, lakukan dengan cara yang tepat. Pertama, segera lepaskan pakaian basah. Jangan menunggu terlalu lama karena pakaian lembap bisa membuat tubuh terus kehilangan panas.
Kedua, gunakan air hangat suam-suam kuku. Hindari air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit kering. Setelah itu, gunakan sabun untuk membersihkan kulit serta sampo untuk menghilangkan kotoran di rambut.
Selanjutnya, keringkan tubuh dan rambut hingga benar-benar kering. Rambut yang masih lembap dapat membuat tubuh kembali merasa dingin, terutama jika berada di ruangan ber-AC.
Terakhir, minum minuman hangat seperti teh atau air jahe untuk membantu tubuh menyesuaikan suhu dari dalam. Dengan langkah ini, tubuh bisa kembali stabil lebih cepat.
Kesimpulan
Mandi setelah kehujanan bukan sekadar kebiasaan turun-temurun tanpa alasan. Kebiasaan ini membantu tubuh menstabilkan suhu dan membersihkan polutan yang menempel di kulit. Selain itu, langkah ini juga membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal.
Jadi, mandi setelah kehujanan bukan untuk “basah-basahan lagi”, melainkan untuk mereset suhu dan kebersihan tubuh. Sekarang pertanyaannya, kamu tim mandi air hangat atau air biasa setelah kehujanan?

