Cilacap – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 SMK Negeri 1 Cilacap berlangsung meriah melalui kegiatan Gema 58 Skanza pada Kamis, 5 Februari 2026. Bertempat di Lapangan SMK Negeri 1 Cilacap, acara ini menjadi penutup rangkaian perayaan yang telah berlangsung sejak awal pekan. Sejak pagi hari, seluruh warga sekolah tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Melalui puncak Gema 58 Skanza, sekolah tidak hanya menghadirkan hiburan. Sebaliknya, kegiatan ini juga menanamkan nilai pendidikan karakter, kreativitas, serta kepedulian sosial kepada siswa.
Puncak Gema 58 Skanza Berlangsung Tertib dan Meriah

Rangkaian puncak acara diawali dengan pra-acara dan opening Gema 58 yang terdiri dari pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa oleh Bapak Hendar, laporan ketua panitia, sambutan-sambutan, dan pemotongan tumpeng. Acara berlangsung secara khidmat. Setelah itu, acara puncak berlanjut dengan berbagai penampilan dan agenda utama yang melibatkan siswa secara aktif.
Selain penampilan siswa, panitia juga menghadirkan sesi hiburan yang mampu menarik perhatian seluruh peserta. Kemudian, pada sore hari, acara semakin semarak dengan kehadiran guest star. Hingga penutupan, seluruh rangkaian puncak Gema 58 berjalan tertib dan lancar.
Makna 58 Tahun bagi SMK Negeri 1 Cilacap
Peringatan HUT ke-58 menjadi momen refleksi perjalanan panjang SMK Negeri 1 Cilacap. Ketua Panitia Gema 58, Ibu Siti Azizah, S.Pd, menyampaikan bahwa usia 58 tahun merupakan usia yang sangat matang bagi sebuah sekolah.
“Usia 58 tahun itu adalah usia yang sudah sangat matang, yang diharapkan SMK Negeri 1 Cilacap lebih maju, kreatif, dan berprestasi,” ujarnya.
Oleh karena itu, puncak Gema 58 tidak hanya menjadi perayaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kesiapan sekolah untuk terus berkembang dan berinovasi.
Peran Siswa dan Guru Jadi Kunci Kesuksesan

Kepala SMK Negeri 1 Cilacap, Ibu Sri Windiarti, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan puncak Gema 58 tidak terlepas dari peran siswa dan guru. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang keramaian.
“Pentingnya, kita bukan hanya sekadar rame-rame. Namun, ini adalah pelajaran agar siswa bisa lebih berkreasi dan lebih berani menerapkan tujuh kebiasaan yang disampaikan Pak Menteri. Selain itu, delapan profil lulusan juga harus terus kita jaga,” jelasnya.
Gema 58 Skanza Dorong Kepedulian Sosial dan Lingkungan
Lebih lanjut, Ibu Sri Windiarti menjelaskan bahwa Gema 58 Skanza juga mengajak siswa untuk bersosial dengan masyarakat. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pembagian sembako, penanaman mangrove di kawasan hutan payau, serta kegiatan bersih pantai di Pantai Teluk Penyu.
Melalui puncak Gema 58 Skanza, SMK Negeri 1 Cilacap tidak hanya merayakan usia. Sekolah juga menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang peduli, kreatif, dan berkarakter.

