Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang. Kondisi ini sering menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, serta rasa tidak nyaman setelah makan.
Banyak orang merasa khawatir karena gejala GERD terkadang menyerupai serangan jantung, terutama nyeri dada dan sensasi terbakar di area dada. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu penyakit GERD, bagaimana gejalanya, serta apakah kondisi ini benar-benar dapat menyebabkan serangan jantung atau hanya menimbulkan gejala yang mirip.
Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa mengenali perbedaannya dan mengambil langkah pencegahan yang lebih aman untuk kesehatan jangka panjang.
Apa Itu Penyakit GERD dan Mengapa Bisa Terjadi?

Penyakit GERD terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) melemah atau tidak menutup dengan sempurna. Akibatnya, asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalamnya.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko GERD, seperti pola makan tidak sehat, konsumsi makanan pedas dan berlemak, obesitas, stres berlebihan, serta kebiasaan merokok. Selain itu, makan dalam porsi besar atau langsung berbaring setelah makan juga dapat memperparah gejala.
Selain faktor gaya hidup, kondisi medis tertentu seperti kehamilan, hernia hiatus, dan gangguan pencernaan juga bisa memicu penyakit GERD. Oleh karena itu, pengelolaan pola makan dan kebiasaan sehari-hari menjadi langkah penting untuk mengurangi risikonya.
Gejala Penyakit GERD yang Sering Menyerupai Serangan Jantung

Salah satu alasan utama banyak orang takut terhadap penyakit GERD adalah karena gejalanya dapat menyerupai serangan jantung. Nyeri dada akibat GERD biasanya terasa seperti sensasi terbakar di dada bagian tengah dan dapat menjalar ke leher atau tenggorokan.
Selain nyeri dada, GERD juga dapat menyebabkan rasa pahit di mulut, sulit menelan, batuk kering berkepanjangan, serta perasaan seperti ada ganjalan di tenggorokan. Gejala ini sering muncul setelah makan atau saat berbaring.
Namun, nyeri dada akibat serangan jantung biasanya disertai gejala lain, seperti nyeri yang menjalar ke lengan kiri, sesak napas, keringat dingin, dan rasa lemah yang tiba-tiba. Karena gejalanya bisa tumpang tindih, kamu sebaiknya tetap waspada dan mencari bantuan medis jika mengalami nyeri dada yang berat atau tidak biasa.
Apakah Penyakit GERD Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?
Secara langsung, penyakit GERD tidak menyebabkan serangan jantung. GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan, sedangkan serangan jantung berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah dan jantung.
Meskipun begitu, GERD dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan serangan jantung, sehingga membuat seseorang merasa panik dan salah mengira kondisi yang dialaminya. Selain itu, rasa nyeri dada akibat GERD yang parah bisa terasa intens dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, stres dan kecemasan yang muncul akibat GERD kronis dapat berdampak pada kesehatan jantung secara tidak langsung. Oleh sebab itu, mengelola GERD dengan baik tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung.
Cara Mengelola Penyakit GERD agar Tidak Semakin Parah
Mengelola penyakit GERD membutuhkan perubahan gaya hidup dan pola makan yang konsisten. Kamu bisa mulai dengan menghindari makanan yang memicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein.
Selain itu, makan dalam porsi kecil namun lebih sering dapat membantu mengurangi tekanan pada lambung. Hindari langsung berbaring setelah makan, dan usahakan memberi jeda setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Menjaga berat badan ideal, mengurangi stres, serta berhenti merokok juga berperan penting dalam mengendalikan gejala GERD. Jika gejala terus berlanjut, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Dengan pengelolaan yang tepat, banyak penderita GERD dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan minim gangguan.
Kesimpulan
Penyakit GERD memang tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung, tetapi gejalanya dapat menyerupai kondisi tersebut dan menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara nyeri dada akibat GERD dan nyeri akibat gangguan jantung.
Dengan pola hidup sehat, pengelolaan stres, serta perawatan yang tepat, penyakit GERD dapat dikendalikan dengan baik. Kesadaran sejak dini juga membantu mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

